| Foto Tari Margapati oleh Agus Veri |
Rabu, 18 September 2013
Tari Margapati - Bali
Tari Margapati ini berasal dari kata "Marga". Di Bali, kata marga adalah sebutan dari kata "jalan" atau "margi" seperti "Marga Tiga" yaitu jalan simpang tiga dan "pati" merupakan kematian atau meninggal dunia sehingga tari ini mungkin berarti jalan menujukematian atau tarian yang menggambarkan kesalahan jalan seorang wanita, karena tari ini biasanya ditarikan oleh seorang penari wanita dengan gerakan - gerakan yang menyerupai seorang laki - laki.
Dari keterangan Foto diatas oleh Agus Veri, Tari Margapati ini adalah buah karya dari Bapak Nyoman kaler dan diciptakan pada tahun 1942. Juga Margapati diartikan yaitu : Kata marga berasal dari ‘mrega’ yang berarti binatang, sedang pati berarti mati. Gerak-gerik raja hutan yang sedang mengintai dan siap membinasakan mangsanya telah memberikan inspirasi pada penciptanya untuk menggubah tarian ini.
Selasa, 17 September 2013
Tari Pendet - Bali
Tari Pendet pada awalnya merupakan tari pemujaan yang banyak diperagakan di pura, tempat ibadat umat Hindu di Bali, Indonesia. Tarian ini melambangkan penyambutan atas turunnya dewata ke alam dunia. Lambat-laun, seiring perkembangan zaman, para seniman Bali mengubah Pendet menjadi "ucapan selamat datang", meski tetap mengandung anasir yang sakral-religius. Pencipta/koreografer bentuk modern tari ini adalah I Wayan Rindi
Pendet merupakan pernyataan dari sebuah persembahan dalam bentuk tarian upacara. Tidak seperti halnya tarian-tarian pertunjukkan yang memerlukan pelatihan intensif, Pendet dapat ditarikan oleh semua orang, pemangkus pria dan wanita, dewasa maupun gadis.
Tarian ini diajarkan sekedar dengan mengikuti gerakan dan jarang dilakukan dibanjar-banjar. Para gadis muda mengikuti gerakan dari para wanita yang lebih senior yang mengerti tanggung jawab mereka dalam memberikan contoh yang baik.
Tari putri ini memiliki pola gerak yang lebih dinamis daripada Tari Rejang yang dibawakan secara berkelompok atau berpasangan. Biasanya ditampilkan setelah Tari Rejang di halaman pura dan biasanya menghadap ke arah suci (pelinggih) dengan mengenakan pakaian upacara dan masing-masing penari membawa sangku, kendi, cawan, dan perlengkapan sesajen lainnya
Tari Belibis - Bali
Tarian burung belibis yang bisa berbicara manusia dan diciptakan tahun 1984.
Tari Belibis ini mengisahkan Prabu Angling Dharma yang dikutuk istrinya menjadi seekor
burung belibis. Dalam pengembaraannya, ia bertemu dengan sekawanan
burung belibis, namun ia tidak diterima dalam kelompok itu karena bisa
berbicara seperti manusia. Gerak tari ini menunjukkan penampilan yang
menarik dan harmonis dengan gamelan yang mengiringinya.
Ditambahkan pula, Tari Belibis dalam Babad Bali bahwa tari ini dibawakan oleh 7 orang penari wanita, tari belibis diciptakan pada tahun 1984 oleh N.L.N. Swasthi Wijaya Bandem sebagai koreografer dan I Nyoman Windha sebagai komposernya.
Ditambahkan pula, Tari Belibis dalam Babad Bali bahwa tari ini dibawakan oleh 7 orang penari wanita, tari belibis diciptakan pada tahun 1984 oleh N.L.N. Swasthi Wijaya Bandem sebagai koreografer dan I Nyoman Windha sebagai komposernya.
Tari Kecak - Bali
Tari Kecak, sebuah tari berdasarkan cerita dan Kitab Ramayana yang
mengisahken tentang bala tentara monyet dari Hanuman dari Sugriwa.
Tari Legong - Bali
Tari legong, merupakan tarian yang berlatar belakang kisah cuinta Raja dari lasem. Diterikan secara dinamis dan memikat hati.
Tari Tarek Pukat - Aceh
Dalam bahasa aceh, tarek pukat berarti menarik jala ikan, dimana kegiatan ini berlangsung di daerah pesisisr, yang merupakan kegiatan rutin para nelayan. Kegiatan tarek pukat sangat kental akan kebudayaan aceh, sebagai mana kita tau daerah aceh di kelilingi oleh pesisisr laut. Selain itu, tarek pukat merupakan sebuah tarian daerah yang dimana tarian ini menggambarkan tentang kegiatan “menarek pukat”
Tarek pukat merupakan salah satu tarian daerah aceh yang sangat terkenal. Tarian ini menceritakan tentang bagaimana kehidupan rakyat aceh yang tinggal di pesisisr pantai, dimana sebagian besar bermata pencarian sebagai nelayan,
Mengingat provinsi Nanggroe Aceh Darussalam sebagian besar di kelilingi oleh pesisir pantai, maka, tarian ini sangat mencerminkan keadaan orang-orang aceh pesisir. Selain itu, tarian tarek pukat biasanya diiringi oleh musik ”serune kala” dimana alunan musiknya sangat tradisional dan kental akan kebudayaan aceh sendiri.
Tarian tarek pukat biasanya di tarikan oleh 7 sampai 9 orang wanita, dan 4 atau 5 orang laki-laki yang mengiringi tarian ini. Pada dasarnya, gerakan tarian ini sangatlah sederhana, dan mudah untuk di pelajari, dimana para wanita berdiri dan duduk sambil merangkai rangkaian tali yang mencerminkan jaring ikan, lalu para laki-laki mengiringi tarian ini di belakan para wanita dengan memperagakan gerakan yang mencerminkan seseorang menangkap ikan.
Di era sekarang, tarian ini sudah banyak berkembang, baik dari segi gerakan, pakaian adat, maupun aransemen musik yang mengiringinya, namun perubahan-perubahan yang terjadi tidak terlalu mencolok dan tidak melenceng dari bentuk tarian aslinya, yang penting, pada dasarnya, tarian ini merupakan warisan kebudayaan Aceh yang harus kita jaga dan kita lestarikan, terutama kepada anak-anak muda yang kurang mencintai kebudayaan daerah.
Tari Kipah Sikarang - Aceh
Tari Kipah Sikarang adalah Seni Tari Tradisional Aceh Utara
yg tunjukkan gerakan - gerakan memukul kipas dng rytme yg unik serta
mempesona. kipas yg dipakai didalam Tarian ini yaitu kipas yg dijalin
spesial, terbuat dari pelepa pinang yg terdiri dari 3 atau 4 lapis yg
menyebabkan bunyi yg nyaring dng beragam tepukan yg beragam cocok dng
irama gerak serta lagu yg dibawakan. Tari poh Kipah ini memiliki
kandungan pesan - pesan keagamaan serta pembangunan danlazimnya di
sajikan pada waktu memperingati kelahiran rasulullah saw ( maulid nabi )
serta hari besar islam yang lain
Tari Ranup Lampuan - Aceh
Tari Ranup Lampuan adalah salah satu tarian tradisional Aceh yang ditarikan oleh para wanita. Tarian ini biasanya ditarikan untuk penghormatan dan penyambutan tamu secara resmi.
Tari Ranup Lampuan dalam bahasa Aceh, berarti sirih dalam puan. Ranub adalah sirih. Puan adalah tempat sirih khas Aceh. Karya tari yang berlatar belakang adat istiadat masyarakat Aceh, khususnya adat pada penyambutan tamu. Secara koreografi tari ini menceritakan bagaimana dara-dara Aceh menghidangkan sirih kepada tamu yang datang, yang geraknya menceritakan proses memetik, membungkus, meletakkannya daun sirih ke dalam puan, sampai menyuguhkan sirih kepada yang tamu yang datang.
Tari Saman Meuseukat - Aceh
Tarian ini di lakukan dalam posisi duduk berbanjar dengan irama yang dinamis. Suatu tari dengan syair penuh ajaran kebajikan, terutama ajaran agama Islam.
Tari Sedati - Aceh
Tari ini berasal dari Arab dengan latar belakang agama Islam.
Sebuah tarian dinamis penuh keseimbangan dengan suasana keagamaan.
Tarian ini sangat disenangi dan terkenal di daerah Aceh.
Langganan:
Postingan (Atom)
