Jumat, 15 November 2013

Cerpen - Dua Detik Terakhir

Ahad 16 maret 2013..
Hp ku berbunyi aneh dari dalam kamar.. Tiritt.. Tiritt.. Tiritt..
Itu nada apa ya..? Nada sms bukan, nada alarm bukan, nada telpon juga bukan..
Aku berjalan menuju kamar sambil membawa sepiring nasi. aku memang lagi makan di dapur semenjak tadi dan hp ku kutaruh di sofa yang berada di kamar..
Kulihat hp ku masih berdering dan menyala-nyala, oh kalender.. Ya aku ingat ini dering catatan di kalender.. hari ini ada momen apa ya..? Barang kali ini hari ulang tahun temanku atau apalah yang pasti aku pelupa orangnya.. Akhirnya aku buka pemberitahuan di hp ku itu dengan tangan kiri, karena tangan kananku sedang memegang makanan..
kcl2…?
Kcl2.. itu catatan di hp ku. Dan aku lupa maksudnya apa.. Yah, udah tau pelupa masih aja disingkat-singkat kalau buat catatan.. Padahal udah di tulis di catatan kalender. Tapi Ini apa ya.. Kucel-kucel, apa kancil-kancil..? Jadi penasaran..
akhirnya sambil makan aku masih memegan hp itu dan mencoba mengingat-ingat apa maksud dari singkatan yang aku buat dulu..
Aku gulir ke bawah dan Melihat tanggal pada catatan itu..
Di tandai dari tanggal 16 maret 2008..
16 maret.. 16 maret.. 16 maret.. Sepertinya aku tidak asing dengan tanggal itu. 16 maret…
Kalau 2008 berarti itu 5 tahun yang lalu.. Ada peristiwa apa ya lima tahun lalu, kenapa sampai aku mencatatnya.. Jadi bingung..
16 maret lima tahun yang lalu..?
Deeggg.. KECELAKAAN…
mulutku langsung diam dan berhenti mengunyah karena aku baru ingat itu hari apa.. Iya.. Kecelakaan.. Kecelakaan yang sangat tragis.. Benar-benar tragis..
kejadian yang dulu sangat membingungkan bagiku. Ya.. Sangat membingungkan, sampai-sampai aku mencatatnya..
Cerita ini dulu berawal dari suatu malam di tanggal 16 maret 2008.. Malang.
Malam yang bising.. Ya karena hari itu hari minggu dan kost ku berada di tepi jalan raya.. Aku sedang asik memainkan gitarku sambil duduk santai di teras sendirian, meskipun suara gitarku nggak kedengeran gara-gara bisingnya kendaraan yang lalu lalang aku tetap memainkanya..
Belum lagi gara-gara truck besar yang mogok di samping jalan yang membuat jalanan agak macet karena harus lewat bergantian dan yang pasti makin bising…
Bodo amat lah yang penting nyanyi..
Dua jam berlalu aku masih duduk di teras dan malah membuat kopi agar dapat menghangatkan tubuhku, malam itu memang malam yang dingin..
Main gitar sambil minum kopi, sendiri.. dan suasana jalan sudah mulai sepi. Cukup memberiku ketenangan dari kepenatan aktifitasku sehari-hari. Namun tiba-tiba ketenanganku terusik oleh suara orang bertengkar di jalan raya..
Ya sudah kalau itu maumu…
Aku menoleh kejalan mencari orang yang bertengkar itu tadi.. Ada sepasan muda-mudi sedang berboncengan dan tiba-tiba berhenti di depan kost ku..
Kikkk… wanita itu terlihat turun dari motor dengan kesal. Yaa.. Sepertinya mereka sedang bertengkar.. Dan wanita itu tak mau di bonceng lagi oleh si pria..
wanita itu lantas berjalan melintasi depan kost ku di iringi si pria yang mengikutinya sembari membujuk agar wanita itu mau di bonceng kembali..
Tapi wanita itu tetap marah-marah dan berlalu.. Yang membuat si pria itu terlihat sangat kesal..
Entah apa yang mereka bicarakan, aku juga tak begitu jelas karena suara gemuruh truck besar tadi yang mulai berjalan.. Huuuhh..
Moment yang sayang untuk dilewatkan sebenarnya.. Tapi suara mereka tidak terdengar jelas..
Tapi sekilas melihat wanita tadi, cantik juga sepertinya.. Dia terus saja berjalan, sedangkan si pria masih mengikutinya dengan motor yang masih menyala..
si pria itu sudah kehabisan akal spertinya untuk membujuk wanita itu.
Lalu terdengar suara aneh. Seperti suara berdecit dan tiba-taba..
BRRRAAAKKK…
kecelakaan.. kontan aku pun meletakkan gitarku dan berlari mencari lokasi kecelakaan itu, sepertinya tidak jauh..
Aku lihat kekanan dan ke kiri ternyata benar.. Ada orang tergeletak setelah menerobos semak-semak..
Aku dan warga sekitar pun berlari hendak menolong orang tersebut. Sepertinya kecelakaan tunggal, ya dia jatuh sendiri entah karena sebab apa dan menerobos semak-semak.. baru juga kami membantunya untuk duduk, tiba-tiba terdengar suara berdecit lagi..
Ciiitttt… BRRRAAAKKK…
ASTAGHFIRULLOHALADZIIMM…
Kecelakaan lagi.. kami menoleh kesana kemari dan menemukan ada seorang bapak menabrak pos kamling yang berada di tepi jalan..
Sontak sebagian dari kami pun berlari menolongnya dan sebagian lagi membantu korban kecelakaan yang pertama tadi..
Baru beberapa langkah dari kami berlari terdengar suara berdecit lagi..
Ciiittt… Cepprrraaakkkk…
Yaa Alloh.. Kecelakaan lagi. Dan kali ini orang itu menabrak tiang lampu penerangan jalan yang terbuat dari besi.. Kami pun cepat mengetahuinya dan membagi orang lagi untuk membantunya..
Apa ini yang sebenarnya terjadi.. Kejadian begitu cepat hampir kurang dari satu menit sudah tiga insiden kecelakaan terjadi, aku dan dua temanku segera bergegas lari mendekatinya..
Yang ini sepertinya agak parah, karena dia menabrak tiang besi sampai mulutnya berdarah dan motornya rusak..
Aku melihat sekitar untuk memastikan apa penyebab yang membuat ini semua terjadi..?
Dan saat aku melihat ke kanan terlihat ada benda yang sedang terbang… Lalu berdecit keras lagi..
Ciiittt…
Astaga… Terlihat dari kegelapan ada motor oleng… dan motor itu oleng menyerong ke kanan.. Lalu aku memalingkan pandanganku ke kemana motor itu akan menabrak…
Wanita tadi…
Mbaaakkk… Awaaassss…
Teriakku dengan sangat lantang… Kepada wanita yang habis bertengkar tadi.. Dan dia sepertinya tidak mengetahui bahwa dia akan di tabrak. Karena memang kondisi jalan yang rimbun, dan lampu penerangan jalan tidak dapat menerangi jalan itu..
[KLIK.. DETIK PERTAMA. Wanita itu sadar akan teriakanku dan menyadari bahwa dirinya akan tertabrak. Namun kejadian begitu cepat dan reflek wanita itu kurang peka, dia hanya menutup wajah dengan kedua tanganya dan bergeser beberapa senti meter dari tempat asalnya berdiri]
[KLIK.. DETIK KEDUA.. Si pria dari wanita itu pun sadar akan teriakanku. Entah apa yang ada di pikiran pria itu. Waktu tercepat dalam kehidupanku ya waktu menyaksikan tragedi ini.. tanpa berfikir panjang dia memutar handle grip motornya dan motornya pun melaju kencang. Inilah mengapa aku merasa ini adalah waktu tercepat dalam hidupku. Pria itu melajukan motornya seperti hendak melindungi wanita itu tadi. Saat motor yang sedang oleng tadi mengarah ke wanitanya dia seperti menghadang laju motor oleng tersebut dengan cara menabraknya] akhirnya..
BRAAAKKK…
Pria itu tertabrak sangat keras..
Tuhan.. Semoga dia selamat…
Terdengar jeritan wanita tadi yang histeris.. Oh ya Tuhan.. semoga tidak parah..?
Aku langsung berlari menyebrangi jalan raya tanpa melihat kanan kiri apakah ada mobil yang lewat atau tidak.. Entah kenapa aku tak menghiraukanya.. Ya.. Aku sendiri yang berlari karena dua temanku juga sedang memegangi orang yang menabrak tiang lampu penerangan jalan tadi..
ASTAGHFIRULLOH HAL ADZIIMM..
Aku tak dapat melihat apapun, gelap karena masih banyak debu yang berterbangan hingga mengaburkan pandanganku.. Saat aku mulai mendekat.. Terlihat pria itu tergencet kepalanya oleh motor dan kursi yang terbuat dari bambu.. Kursi besar dari bambu yang biasa kita jumpai di tepi jalan.. Kepala belakangnya tepat membentur ujung dari kursi itu..
Aku tak bisa berbuat banyak, yang ku lakukan hanya menarik motor yang menggencet kepalanya sekuat tenagaku.. dan akhirnya motornya bergeser lalu pria itu jatuh ke tanah..
Allohu Akbar.. Sekali lagi kejadian itu benar-benar terjadi sangat cepat. Hanya ada aku, wanita, dan pria itu.. Orang yang menabrak dia pun sepertinya tak apa-apa. Satu hal yang membuat aku kaget, wanita itu benar-benar selamat.. Dan pria itu masih sadar meskipun kondisinya kacau dengan luka parah di kepala.. Wanita itu memangkunya sambil menangis melihat wajah pria itu sambil berteriak-teriak histeris. Entah apa yang dia teriakan aku lupa seakan tuli karena kondisi saat itu sangat kacau..
Tapi tiba-tiba pria itu memegang pipi wanita tersebut dengan tangan yang terluka dan berlumuran darah.. Sambil menatap matanya dia berkata..
AKU…
Dengan satu tarikan nafas terahir yang keras.. Akhirnya pria itu meninggal dengan masih menatap mata wanita itu..
Yaa Alloh… Innalillahi wa inna ilaihi rojiuun…
Wanita itu semakin erat memeluk pria itu. Dia berteriak histeris sambil menangis dan menggoyang-goyangkan tubuh pria itu berharap masih bisa membuatnya sadar..
Tapi pria itu masih saja diam membisu..
rasanya aku pun ingin menangis melihatnya.. Melihat wanita itu yang berusaha membangunkan pria tersebut rasanya..
Aku tak bisa menggambarkanya..
Benar-benar hancur hatiku melihatnya..
Sekilas tanpa sadar aku melihat kartu ID yang terjepit di saku baju wanita tersebut..
Aliya…
itu namanya… Sepertinya ia baru pulang kerja dan dia di antar pulang pria ini. Karena terlihat dari setelan baju kantor yang ia pakai..
Beberapa detik kemudian orang-orang sekitar mulai banyak yang mengerumuni.. Lalu terdengar seseorang tidak jauh dari tempat kejadian kecelakaan berteriak ..
Kejaarrr… Kejarrr… Truck besar yang mogok di sini tadi…
aku melihat tempat yang gelap dari munculnya motor oleng itu. tampak seseorang yang sedang berlari membawa dua balok kayu besar..
Supir Truck tadi lupa tidak mengambil balok pengganjal ban-nya..
Kontan orang-orang yang sedang menyaksikan runtutan kecelakaan tersebut mengejar truck tadi dengan motornya masing-masing..
Jadi singkat cerita..
Di daerah kost ku jalananya agak menanjak dan gelap karena tertutup rerimbunan. Ada truck besar mogok tepat di tanjakan yang gelap itu. Memang gelap sekali sampai dua balok kayu besar tidak terlihat oleh pengendara yang melintas. Melihat ukuran balok kayu tersebut yang sangat besar hampir satu jengkal tingginya, pastilah orang yang menabraknya akan terpelanting..
Waktu berjalan, dan orang-orang pun semakin banyak mengerumuni. Namun masih kudapati aliya memangku pria itu.. Aliya… Nama itu tak mudah kulupakan..
Entah apa yang terjadi sampai larut malam aku tak mendengar kalau truck itu ditemukan. Aliya dan pria itu sudah di bawa ke rumah sakit.. Sedangkan korban yang lain pergi melanjutkan perjalanan karena kondisinya tidak terlalu parah..
Empat kecelakaan terjadi dalam kurang dari satu menit.. Gila…
Kelalaian yang harus di bayar mahal semestinya.. Terlebih telah membuat satu nyawa melayang.. Oh aku sangat menyesalkan hal ini terjadi.. Terlebih aku menyaksikan detik-detik kematian pria itu..
Tragedi yang memilukan…
Hari-hari setelah kejadian itu masih menyisakan pertanyaan di benak ku.
AKU..
Itu kata-kata terakhir pria itu, dia sebenarnya ingin mengatakan apa ya? Aku cinta kamu, aku sayang kamu, aku benci kamu, atau apa? Mungkin Aliya juga memikirkan hal yang sama..
Di hari aku ingat akan peristiwa itu aku mencoba mengintari tempat kecelakaan itu terjadi.. Loh.. Balok ini kenapa masih ada disini.. Balok ini tergeletak di got begitu saja.. Seharusnya kan ini jadi barang bukti..
Jadi kecelakaan itu tak pernah di laporkan ke polisi.. Oh tidak…
Balok kayu pembawa maut.. Aku lempar lagi balok itu ke got..
Terkadang setiap kali aku melewati jalan tersebut aku masih saja melihat balok itu disana.. Entah kenapa dengan balok kayu itu..
Lalu terkejutlah aku ketika aku melewati jalan itu lagi di hari yang lain. Balok kayu itu tak ada..
Akhirnya .. Balok sial itu sirna juga. Entah ada yang membuangnya atau mengambilnya aku tak peduli, yang terpenting balok kayu itu sudah raib dari perhatianku…
Agar tak menggangguku saat lewat jalan ini..
23 maret 2009 ..
Setelah tak pernah ke kost lagi karena aku memang sudah keluar dari kosan.. Aku memutuskan untuk kembali mengunjungi kost ku yang lama, karena ada undangan pernikahan seorang kawan dekat rumah kost.. Jauh-jauh lagi deh aku harus pergi kesana.. Ya sekalian sillaturahim dengan ibu kost. Sudah lama aku tak kesana..
empat jam aku harus berkendara untuk sampai kesana. Kota yang jauh memang..
Sesampainya disana aku melewati jalan yang dulu sering aku lewati. Yaa.. Jalanan depan kost. Jalan dimana kecelakaan dulu itu terjadi..
Lohh.. apa ini..?
Ada banyak tanda lingkaran dan silang di jalan raya.. Lalu garis melintang momotong jalan berwarna putih.. area ini penuh dengan corat coret…
ASTAGA.. INI TANDA POLISI..
Sepertinya telah ada kecelakaan yang banyak.. Tapi garis melintang ini… Lingkaran dan tanda silang itu..
Polanya seperti… ?
pandanganku mencari ujung garis melintang itu..
HAAAHHHH…
BALOK KAYU …
aku segera mematikan motorku dan berlari mendekatinya.. Ini siapa yang meletakkanya disini.. jujur aku takut waktu itu.. Aku tak tahu aku takut akan apa.. Tapi jantungku berdegup sangat kencang.. Ini aneh.. Balok ini dicat hitam.. Meskipun di cat tapi aku yakin ini balok kayu yang dulu. Karena ada tonjolan besi di dua sisi.. Yaa.. Ini pasti balok yang dulu, aku tak mungkin salah.. Tapi apa maksud semua ini..?
Seperti ada sesuatu…
Aku lari mengambil motorku dan segera ke kost.. karena rasa aneh itu sangat mengganggu pikiranku tanpa basa-basi ke bapak kost aku langsung menanyakanya..
Aku_ pak.. Habis ada kecelakaan ya pak?
Bpk kost_ iya.. Banyak yang kecelakaan..
Aku_ banyak maksudnya..?
Bpk kost_ yaa.. Banyak. Banyak seperti dulu..
Aku_ seperti dulu ..?
Bpk kost_ iya.. Yang dulu sekali kecelakaan langsung empat terus mati satu itu lho..
Aku_ heehhh.. itu kejadianya kapan pak..?
Bpk kost_ minggu kemarin kayaknya..
Aku_ deggg… Ada yang meninggal pak?
Bpk kost_ ada satu.. kasihan. Perempuan lagi
Aku_ deggg… Yang menolong pertama siapa pak?
Bpk kost_ pak Rt.
Langsung aku beranjak dari kost dan pergi ke rumah pak rt..
Singkat cerita aku bertanya tentang wanita yang tewas kecelakaan minggu lalu..
Pak Rt_ iya.. Kejadianya sama seperti dulu..
Aku_ dia meninggal di tempat pak?
Pak Rt_ iya. Tapi masih sempat sadar, sepertinya dia akan masuk surga..
Aku_ hah..? Maksud bapak..?
Pak Rt_ iya.. Wajahnya berseri-seri waktu itu. Bahkan dia tersenyum sebelum menghembuskan nafas yang terahir…
Aku_ yaa.. Alloh..
Pak Rt_ tapi bapak bingung dengan perkataanya..
Aku_ perkataan..?
Pak Rt_ iya.. Sebelum dia meninggal dia mengatakan aku tau.. sambil dia tersenyum.. Dan kemudian meninggal. Bapak ndak tau apa maksudnya.. Lalu jenazahnya dibawa ke rumah sakit..
Deeggg… Aku tau..
kata-kata itu…
Pak Rt_ lha ini lho fotonya, lalu pak rt menunjukkan ID card perempuan itu padaku.
Alangkah kegetnya. Aku ingat itu benar-benar wanita yang dulu.
Aliya Nafisa Al-Faqih.. Iya itu nama lengkapnya.. Bapak dapat ini dari mana pak..? Tanyaku keheranan..
Pak Rt_ dari TKP. ini jatuh dan tertutup plastik bungkus makanan. Niatnya bapak bawa pulang ya untuk bapak berikan ke polisi, tapi untuk apa juga ya. Bapak berikan ke orang tuanya juga sepertinya ini tidak penting. jadi bapak simpan saja barang ki nanti ada yang mencari.. Karena pak polisi juga sudah menemukan KTP korban kok.
Aku_ ya sudah terimakasih pak, saya pamit dulu..
Pak Rt_ iya Al.. hati-hati
Sambil berjalan ke luar rumah aku masih saja tertegun mengetahui semua ini.. Kenapa wanita itu melakukan hal yang sama setahun yang lalu.. Apa yang ingin dia buktikan..? Mungkinkah dia depresi.. Atau dia penasaran dengan kata terakhir si pria itu.. Aku tau..
apa yang dia tau sebenarnya..?
rasa penasaranku semakin besar, jadi aku mengurungkan niatku untuk pulang ke rumah, aku tinggal disana 2 hari semalam sambil mencari informasi tentang kematian wanita itu.. Tapi sepertinya tak banyak yang sadar. Akan keganjilan kematianya.. Yang hanya orang-orang tau kecelakaan itu sama seperti tahun lalu. Tapi mereka tidak menyadari bahwa wanita yang meninggal itu adalah wanita setahun yang lalu di kejadian yang sama persis. Aku masih ingat karena akulah yang pertama menolong kecelakaan tahun lalu. Aku masih ingat dengan wajah wanita itu. beserta namanya.. Bagaimana aku bisa melupakanya..?
Sungguh hal ini membuatku tak bisa tidur nyenyak.. Kecelakaan ini sepertinya di rekayasa.. Tapi untuk apa?
Untuk tau bagaimana rasanya? Ah.. Tidak mungkin.. Atau untuk bunuh diri…
Bunuh diri… Bunuh diri…
Astaga.. Apa yang ada di pikiranku ini..
Apa yang mengambil balok kayu adalah wanita itu.. Lalu dia meletakkanya lagi untuk merekayasa kejadian seperti dulu lagi..?
Ahhh… Pusing memikirkanya..
Hari terakhir di kosan.. Aku hanya tiduran sambil memainkan hape dan browsing internet… Entah apa yang aku pikirkan..
tanpa sadar aku menulis nama Aliya Nafisa Al-Faqih di form pencarian..
ADA..
Ada namanya.. Nama yang sama persis.. Dan itu hanya ada satu.. Aku coba lihat alamat situs-nya ternyata menuju ke facebook.com ..
Penasaran aku klik tersebut tersebut.. Dan memang..
Iya.. Itu miliknya.. Itu akun faceboook milik korban kecelakaan kemarin..
aku lihat pemberitahuan di dinding tampak banyak sekali kiriman ucapan dari teman-temanya.. Ahh.. Ucapan belasungkawa..
Aku coba turun ke bawah terus sampai ke januari 2008.. Tapi aku tak mendapati Aliya menulis sesuatu dari semenjak januari. Kesimpulan singkatku, akun ini sudah tidak di pakai Aliya lagi.. Mungkin dia tidak ingin memakai facebook lagi. Aku tak tau..
Pencarianku berlanjut ke tab info di situs facebook.com
Sepertinya Aliya orang yang baik.. Terlihat dari halaman-halaman dan grup facebook yang ia sukai..
Aku gulir turun sampai ke status hubungan.
Dan aku menemukan status..
Bertunangan dengan Ahmad Mehdy Ghazali..
Ohh.. Sudah bertunangan ya.. Tapi mungkin juga tidak..
Fotonya tidak jelas jadi aku klik nama itu agar aku bisa melihatnya dalam ukuran besar..
Tiba-tiba aku merinding.. Iya sampai tiga kali aku merinding.. Melihat foto profil itu..
Tampak sepasang muda mudi sedang duduk bersender pada motor sembari tersenyum sangat ceria.. Yaa Alloh..
Pria yang tewas setahun yang lalu itu ternyata benar tunanganya..
Terlihat di jari manisnya yang terselipi sepasang cincin..
Dan belum lagi.. Motor di foto itu.. Motor yang sama yang digunakaan saat kecelakaan tahun lalu..
Tanganku masih bergetar mengetahui itu semua.. Aku lihat foto-foto mereka.. Status-status mereka.. Sepertinya mereka punya kenangan yang indah, Tak ada yang aneh dari itu semua..
Kecuali status Ahmad mehdy Ghazali..
Yaa.. Kecuali statusnya…
Status terahir di tulis pada tanggal 15 maret 2009.. Pukul 18.46 ..
Aneh kan.. Yaa sangat aneh.. Dengan komentar sebanyak 57 orang.
Dan status sebelumnya ditulis bulan februari di tahun 2008
Kalau di ingat-ingat lagi tahun status terakhirnya ditulis semestinya bukan pria itu yang menulisnya. Karena saat itu adalah hari dimana genap 1 tahun kematianya..
Kesimpulan sementaraku adalah. Pasti ada seseorang yang dapat menggunakan akun itu selain pria itu.. Dan orang yang paling masuk akal untuk dapat memiliki password si pria itu adalah Tunanganya..
Yaa.. Pasti Aliya yang menulisnya..
lalu kemudian aku gulir ke atas lagi untuk membaca status yang Aliya Tulis menggunakan akun tunanganya.. Alangkah terkejutnya aku melihat tulisan yang begitu panjang dan isi statusnya membuat bulu kuduk ku merinding..
Maafkan aku mas..
Aku yang salah, terlalu mementingkan diriku sendiri.. Maafkan aku selalu marah padamu..
aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi.
Mas janji kan akan menjagaku..
Mas ingin bilang apa sebenarnya
Katakan saja mas, aku akan menurutinya..
dulu kita pernah berjanji, bila aku meninggal lebih dulu mas harus ke makam ku selama 30 hari berturut-turut dan sebaliknya kan..
Sekarang aku sudah ke makan mas untuk mendoakan mas setiap hari..
aku tau mas menabrak orang itu agar aku selamat.. Tapi yang tak aku mengerti mas mau bilang apa.. Aku apa mas..?
Jawabbb… Mas mau bilang apa..?
Jangan diam terus mas..?
Hidupku hancur mas sekarang..
Entah ada kebahagiaan lagi untuk ku atau tidak..
Maafkan aku mas..
Satu tahun ini hatiku begitu gelisah..
wajah mas tiap hari muncul di fikiranku..
Mas mau bilang apa..? Tolong kasih tau aku mas..?
Aku sudah tak kuat..
Aku ikut mas saja ya.. Aku ingin juga bisa jagain mas.. Aku janji nggak akan bandel lagi kok mas..
Nggak akan suka marah-marah lagi..
Aku akan menurut sama mas..
Besok jemput aku mas ya..
Di tempat terakhir kita bertemu..
Aku akan kesana mas..
tapi mas harus janji bilang sebenarnya mas mau bilang apa..?
Ya mas ya.. Janji ya..
Aku mencintaimu mas..
Aku mencintaimu dengan hidup dan matiku..
Ya.. Seperti itulah yang ditulis Aliya..
Aku membacanya berulang-ulang kali.. Hari demi hari aku membacanya lagi.. Sampai akhirnya akun itu tidak dapat di akses lagi entah kenapa. Akun Aliya juga tidak bisa dibuka. Sepertinya ada yang meretas kedua akun tersebut, dia mematikanya entah untuk apa. Tapi memang sepertinya lebih baik seperti itu.. Sayang sekali aku tak sempat mengambil screen shootnya..
Kata-kata terahir dari Aliya..
Masih bisa kuingat dengan sangat jelas..
Memang kejadian ini membingungkan dan serasa ditutup-tutupi. Mungkin orang mengira ini kecelakaan murni. Tapi bagiku dan orang-orang tau.. kejadian ini memang disengaja..
Ya.. Keduanya memang bunuh diri..
Kalau waktu diputar dari belakang sepertinya aku faham maksud dari kejadian ini..
Tapi sampai saat ini aku tak pernah tau, apa yang ingin dikatakan Mehdy waktu itu dan apa yang diketahui Aliya saat menemui ajalnya.. Memang hanya aliya yang tau apa yang sebenarnya akan di ucapkan Mehdy saat itu..
Dia terlihat bahagia di detik-detik terakhir dalam hidupnya..
dua detik yang diberikan mehdy untuk menyelamatkan hidup Aliya..
Namun dua detik itu juga memberi Aliya sebuah pertanyaan besar dalam kehidupanya..
hingga Aliya harus mengorbankan nyawanya untuk mengetahui jawabannya..
Sepertinya mereka bahagia..
Di dua detik terakhir dalam kehidupan mereka..
Ahmad Mehdy Ghazali ~ Aliya Nafisa Al-Faqih
16 Maret 2008..
Kisah yang tak akan ku lupakan..
Cerpen Karangan: Al iz Kusuma

Tidak ada komentar:

Posting Komentar